SDM dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Mata
Kuliah : Pengantar Bisnis
Informatika
Npm/Nama/Kelas : 52413614/Ditta Ayudya Novellia/4IA23
Materi : SDM dan Tanggung
jawab Sosial Perusahaan
Dosen : Rina Noviana
PERENCANAAN
DAN PEREKRUTAN TENAGA KERJA
Pengertian
Sumber Daya Manusia
Secara umum, pengertian
sumber daya manusia dapat dibagi menjadi dua, yakni sumber daya manusia secara
makro dan mikro. Pengertian sumber daya manusia makro adalah jumlah penduduk
usia produktif yang ada di sebuah negara, sedangkan pengertian sumber daya
manusia mikro lebih mengerucut pada individu yang bekerja pada sebuah
institusi.
Sementara itu, pengertian
sumber daya manusia menurut para ahli memiliki arti yang lebih beragam. Menurut
Malayu Hasibuan, sumber daya manusia merupakan kemampuan terpadu dari daya
pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Kemampuan sumber daya manusia tidak
dapat dilihat dari satu sisi saja, namun harus mencangkup keseluruhan dari daya
pikir dan juga daya fisiknya.
Seorang karyawan misalnya,
sebagai sumber daya manusia yang bekerja di kantor, kemampuan pikir tentunya
harus ia gunakan untuk memecahkan segala persoalan pada pekerjaannya. Kegiatan
ini harus juga didukung dengan kemampuan fisiknya untuk bisa mengatasi rasa
lelah ketika harus duduk selama lebih kurang 8 jam menghadap komputer.
Hampir sama dengan Malayu
Hasibuan, Veithzal Rivai mendefinisikan sumber daya manusia sebagai seorang
yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha pencapaian tujuan organisasi.
Setiap organisasi atau perusahaan tentunya memiliki tujuan yang berbeda-beda,
maka dari itu kemampuan sumber daya manusia yang dibutuhkan pun akan berbeda
pada tiap-tiap perusahaan.
Meskipun kemampuan sumber
daya manusia bersifat fleksibel, namun kata-kata ‘siap’ dan ‘mau’ dari definisi
Rivai di atas harus menjadi poin yang digarisbawahi. Sebaik apapun kemampuan
sumber daya manusia tidak akan mampu menghasilkan output maksimal
jika kemampuannya tersebut tidak bersifat praktis atau dengan kata lain ‘tidak
siap pakai’. Selain itu, kemampuan juga tidak akan berarti apa-apa jika
individu sebagai sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan tidak mau memberikan
sumbangan usahanya di tempat tersebut.
Masih menurut Veithzal
Rivai, sumber daya manusia ia sebut sebagai salah satu unsur masukan (input)
yang nantinya akan diubah menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa
untuk mencapai tujuan perusahaan. Sebagai input, sumber daya manusia tidak
dapat menjadi unsur tunggal, melainkan harus dikombinasikan pula bersama unsur
lainnya seperti modal, bahan, mesin, metode dan juga teknologi.
Selain menurut para ahli,
terminologi sumber daya manusia juga telah didefinisikan dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Pengertian sumber daya manusia menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi.
Potensi sumber daya manusia berbeda-beda pada tiap individu. Untuk bisa
mengembangkan potensi sumber daya manusia yang berbeda-beda tersebut,
dibutuhkan suatu sistem manajemen unik yang dinamakan manajemen sumber daya
manusia.
Tujuan
dan Arti penting Rekrutmen
Adapaun tujuan umum rekrutmen adalah menyediakan suatu
pool calon karyawan yang memenuhi syarat bagi perusahaan. Sedangkan tujuan yang
lebih spesifik antara lain adalah
- Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan ( salah satu contoh mengenai pengaruh karakteristik ini terhadap rekrutmen terdapat pada Chubb Corporation dan American International Group ( AIG ).
- Untuk menentukan kebutuhan rekrutmen perusahaan dimasa sekarang dan masa mendatang berkaitan dengan perubahan besar dalam perusahaan, perencanaan SDM, pekerjaan disain dan analisa jabatan.
- Untuk meningkatkan pool calon karyawan yang memenuhi syarat seefisien mungkin.
- Untuk mendukung inisiatif perusahaan dalam mengelola tenaga kerja yang beragam.
- Untuk membantu meningkatkan keberhasilan seleksi dengan mengurangi calon karyawan yang sudah jelas tidak memenuhi syarat atau yang selalu tinggi kualifikasinya.
- Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja.
- Untuk mengkoordinasikan upaya rekrutmen dengan program seleksi dan pelatihan.
- Untuk mengevaluasi efektif tidaknya berbagai teknik dan lokasi rekrutmen bagi semua jenis pelamar kerja.
- Untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan terhadap program-program tindakan alternatif dan pertimbangan hokum dan social lainnya menurut komposisi tenaga kerja.
Proses
Perencanaan Tenaga Kerja
Strategi perencanaan tenaga
kerja adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi
dan mengatur penawaran dan permintaan tenaga kerja. Strategi tenaga kerja ini
memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan tenaga kerja
akan dikembangkan dan dikelola.
Pengembangan rencana tenaga
kerja merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam perencanaan tenaga
kerja suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi orang-orang pada tugasnya
untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun
kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan
apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan pengoperasian, dan
perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi tersebut.
Prosedur
Perencanaan Tenaga Kerja
Menetapkan secara jelas
kualitas dan kuantitas tenaga kerja yang dibutuhkan. Mengumpulkan data dan
informasi tentang tenaga kerja. Mengelompokkan data dan informasi serta
menganalisisnya. Menetapkan beberapa alternative. Memilih yang terbaik dari
alternative yang ada menjadi rencana. Menginformasikan rencana kepada para
karyawan untuk direalisasikan.
Metode perencanaan tenaga
kerja ,dikenal atas metode nonilmiah dan metode ilmiah. Metode nonilmiah
diartikan bahwa perencanaan tenaga kerja hanya didasarkan atas pengalaman,
imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaannya saja. Rencana semacam
ini risikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak
sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya timbul mismanajemen dan
pemborosan yang merugikan perusahaan.
Metode ilmiah diartikan
bahwa perencanaan tenaga kerja dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari
data, informasi, dan peramalan (forecasting) dari perencananya. Rencana SDM
semacam ini risikonya relatif kecil karena segala sesuatunya telah
diperhitungkan terlebih dahulu.
Perekrutan
Tenaga Kerja
Karyawan sebagai sumber daya
manusia merupakan aset yang paling penting bagi perusahaan. Mendapatkan
karyawan yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan merupakan kunci utama bagi
kesuksesan bisnis perusahaan. Manajemen Perekrutan (Recruitment management) adalah
salah satu proses dalam Administrasi Personalia (Personnel Administration) pada
departemen Human Resource Development (HRD) yang mendukung para
pengambil keputusan dalam menentukan sumber daya manusia yang sesuai untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Definisi Rekrutmen Menurut
Henry Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas
mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan
pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam
perencanaan kepegawaian. Menurut Schermerhorn, 1997 Rekrutmen (Recruitment)
adalah proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong.
Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari
orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi
pekerjaan. Menurut Faustino Cardoso Gomes (1995:105) Rekrutmen merupakan proses
mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh
suatu organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah.
Pelamar-pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah
rasanya bekerja di dalam organisasi bersangkutan. Organisasi-organisasi sangat
menginginkan informasi yang akurat tentang seperti apakah pelamar-pelamar
tersebut jika kelak mereka diangkat sebagai pegawai.
Sistem Rekrutmen Menurut
Simamora (1997:246) untuk menciptakan suatu sistem rekrutmen yang efektif para
manajer dan manajer sumber daya manusia, seyogyanya menerapkan beberapa hal,
antara lain:
- Mendiagnosis seefektif mungkin (berdasarkan kendala waktu, sumber daya finansial, dan ketersediaan staff pelaksana yang ada) faktor-faktor lingkungan dan organisasional yang mempengaruhi posisi yang perlu diisi dan aktivitas rekrutmen,
- Membuat deskripsi, spesifikasi, dan standar kinerja yang rinci,
- Menentukan tipe individu-individu yang sering dikaryakan oleh organisasi dalam posisi yang sama,
- Menentukan kriteria-kriteria rekrutmen,
- Mengevaluasi berbagai saluran dan sumber rekrutmen,
- Menyeleksi sumber rekrutmen yang kemungkinan menghasilkan kelompok kandidat yang paling besar dan paling sesuai pada biaya yang serendah mungkin,
- Mengidentifikasikan saluran-saluran rekrutmen untuk membuka sumber-sumber tersebut, termasuk penulisan iklan, menjadwalkan program rekrutmen,
- Menyeleksi saluran rekrutmen yang paling efektif biaya,
- Menyusun rencana rekrutmen yang mencakup daftar aktivitas dan daftar untuk menerapkannya.
Sumber:
Nursanti, T.Desy, 2002, Strategi Teintegrasi Dalam
Perencanaan SDM , dalam Usmara, A (ed), Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya
Manusia, Yogyakarta,
Amara books.
Simamora,
Henry, (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia,
Edisi III. Yogyakarta, Bagian Penerbitan STIE YKPN.
Schuler,
Randal.S dan Jackson, Susan.E, (1997). Manajemen Sumber Daya Manusia
Menghadapi Abad Ke-21. Erlangga, Jakarta.
Siagian,
Sondang. P, (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Bumi Aksara, Jakarta.
Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan
Pengertian
Tanggung Jawab Sosial
Tanggung jawab Sosial
Perusahaan atau Corporate Social Responsibility(selanjutnya dalam artikel
akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwaorganisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki berbagai
bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di
antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitasdan lingkungan dalam segala aspek
operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan
berkelanjutan", di mana suatu organisasi, terutama perusahaan,
dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata
berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, melainkan juga harus menimbang
dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk
jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian
tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan
pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak
negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku
kepentingannya
CSR merupakan gagasan
yang menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang
berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan yang
direfleksikan dalam kondisi keuangannya saja. Kesadaran atas pentingnya CSR dilandasi
pemikiran bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban ekonomi dan legal
kepada pemegang saham (shareholder), tetapi juga kewajiban terhadap
pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholder). CSR menunjukkan
tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu
tanggung jawab perusahaan pada aspek sosial, lingkungan, dan keuangan.
Bateman dan Snell (2008,
p.205) mendefinisiakn tanggung jawab sosial perusahaan sebagai tanggung jawab
yang dimiliki oleh perusahaan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakt dengan
cara menigkatkan dampak positif dan mengurangi dampak negatif yang terjadi pada
masyarakat di masa depan karena hasil kontribusi asset yang ditanggung oleh
perusahaan kepada masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,
khususnya masyarakat yang berkekurangan. Boone dan Kurtz (2007, p.43)
mengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai dukungan yang diberikan
oleh manajemen perusahaan agar perusahaan mampu mempertimbangkan laba, kepuasan
pelanggan, dan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengevaluasi kinerja
perusahaan yaitu dengan mempertimbangkan income statement agar
perusahaan dapat mengambil keputusan dengan benar untuk melakukan pemenuhan
kebutuhan utama masyarakat yang harus ditanggung oleh perusahaan tersebut.
Hartman dan DesJardins (2008, p.155) mengemukakan pendapat bahwa tanggung jawab
sosial perusahaan mencakup berbagai tanggung jawab dan kewajiban yang dimiliki
oleh perusahaan di mana perusahaan harus mengambil keputusan untuk memberikan
kontribusi kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang
lebih baik, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Macam-Macam
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Menurut Zimmerer ada beberapa pertanggungjawaban
perusahaan, yaitu :
1) Tanggung
Jawab Terhadap Lingkungan
Perusahaan harus ramah lingkungan
artinya, perusahaan harus memperhatikan, melestarikan, dan menjaga lingkungan,
misalnya tidak membuang limbah yang mencemari lingkungan.
2)Tanggung
Jawab Terhadap Karyawan
Menurut Zimmerer tanggung jawab terhadap
karyawan dapat dilakukan dengan cara :
·
Menghormati dan mendengarkan pendapat
karyawan
·
Meminta input kepada karyawan
·
Memberi kepercayaan kepada karyawan
·
Memberi imbalan kepada karyawan yang bekerja
dengan baik
·
Selalu menekankan kepercayaan terhadap
karyawan
3 3) Tanggung
Jawab Terhadap Pelanggan
Tanggung jawab terhadap pelanggan ada 2
kategori :
·
Menyediakan barang dan jasa yang berkulitas
·
Memberikan harga barang dan jasa yang adil
dan wajar
4. 4) Tanggung
Jawab Terhadap Investor
Tanggung jawab terhadap investor adalah
menyediakan pengembalian investasi yang menarik, seperti memaksimumkan laba.
5) Tanggung
Jawab Terhadap Masyarakat
Perusahaan harus bertanggung jawab
kepada masyarakat sekitarnya, misalnya meyediakan pekerjaan dan menciptakan
kesehatan serta kontribusi terhadap masyarakat sekitarnya.
Manfaat
dan Tujuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Manfaat adanya CSR melibatkan
pihak-pihak yang berkepentingan baik pihak internal maupun eksternal yang
terdiri atas perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. Bagi perusahaan, manfaat
adanya CSR adalah membangun citra positif perusahaan di mata
masyarakat dan pemerintah sehingga perusahaan dapat menunjukkan bentuk-bentuk
tanggung jawab sosial perusahaan yang diimplementasikan oleh perusahaan
tersebut. Bagi masyarakat, manfaat CSRadalah kepentingan masyarakat dapat
terakomodasi oleh perusahaan. Selain itu, manfaat lainnya bagi masyarakat
adalah memperat hubungan masyarakat dengan perusahaan dalam situasi win-win
solution. Manfaat CSR bagi pemerintah adalah memiliki partner dalam
menjalankan misi sosial dan misi pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial
yang di masa depannya pemerintah juga mempunyai peran ikut serta dalam
mengakomodasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan mutlak
dan kebutuhan primer.
Tujuan adanya CSR adalah
agar perusahaan dapat membagi kegiatan yang dilakukan sesuai dengan norma-norma
moral dan etika. Dengan perusahaan membagi kegiatan yang dilakukan sesuai
dengan norma-norma moral dan etika, perusahaan dapat menciptakan produk yang
mampu memenuhi kebutuhan para penggunanya. Selain agar perusahaan mampu membagi
kegiatan sesuai dengan norma moral dan etika, CSR juga mempunyai
tujuan agar perusahaan dapat menyediakan informasi dan melakukan promosi yang
jujur dan benar mengenai produk yang dihasilkan. Pada perusahaan manufaktur, CSR merupakan
elemen yang sangat penting karena dengan adanya CSR, perusahaan
memberikan informasi mengenai komposisi, manfaat, tanggal kadaluwarsa produk,
kemungkinan efek samping, cara penggunaan yang tepat, kuantitas, mutu, dan
harga dalam kemasan produknya untuk memungkinkan konsumen dapat mengambil
keputusan yang rasional apakah akan menggunakan atau tidak akan menggunakan
produk tertentu.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar