NEW MEDIA
FINGERPRINT
Fingerprint atau sidik jari adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja di ambil, di capkan dengan tinta maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit telapak tangan atau kaki. Saya akan menjelaskan new media baru yang menggunakan metode fingerprint.
[ FINGERPRINT ANALYSIS ]
Fingerprint
Analysis (Analisa Sidikjari) adalah suatu metode yang bertujuan untuk
mengungkapkan potensi genetik (bawaan sejak lahir) seseorang dalam kaitannya
dengan bakat, kecerdasan, kecendrungan karakter, dan motivasi.
Fingerprint
Analysis merupakan suatu metode ilmiah yang didasari berbagai disiplin ilmu
melibatkan:
• Ilmu / Science & Research of Dermatoglyphics;
• Ilmu kedokteran & anatomi tubuh khususnya mengenai fungsi-fungsi bagian otak;
• Ilmu Psikologi modern
• Teknologi komputer biometrics;
• Ilmu / Science & Research of Dermatoglyphics;
• Ilmu kedokteran & anatomi tubuh khususnya mengenai fungsi-fungsi bagian otak;
• Ilmu Psikologi modern
• Teknologi komputer biometrics;
Fingerprint
Analysis bukanlah ramalan dan sama sekali tidak mengandung ilmu
mistik/supranatural. Tidak bertentangan dengan agama dan sistem keyakinan.
Fingerprint
Analysis adalah hasil aplikasi dari teori-teori ilmiah terkini dengan
menggunakan sistem teknologi dan perhitungan komputer. Beberapa negara seperti
Taiwan, Singapura, Thailand, Amerika sedang mencoba menerapkan aplikasi ini
dalam bidang pendidikan dan personalia. Negara Rusia bahkan menerapkan aplikasi
ilmu Dermatoglyphics ini dalam mencari/menyeleksi atlet berbakat.
Tujuan
& Manfaat Fingerprint Analysis
Fingerprint Analysis bertujuan untuk mengetahui potensi genetik (bawaan sejak lahir) dengan cara mengetahui peta stimulasi cara kerja/fungsi-fungsi bagian otak manusia, sehingga dapat diketahui:
• Sensitifitas daya tangkap seseorang atas informasi yang dia terima melalui panca indera, dan bagaimana otak memprosesnya;
• Kecenderungan daya respon seseorang atas stimulasi-stimulasi yang dia terima dan bagaimana otak memprosesnya dalam bentuk tindakan;
• Gaya berfikir yang paling dominan berdasarkan belahan otak kanan-kiri (brain hemisphere), dan mengungkap kecenderungannya dalam proses pengambilan keputusan;
• Komposisi distribusi nerve pada fungsi-fungsi bagian otak, sehingga diketahui daerah stimulasi mana yang paling sensitif pada bagian otak : frontal lobe, parietal lobe, occipital lobe, dan temporal lobe, dan dikaitkan dengan kecendrungan skill seseorang yang paling cepat untuk diserap dan dilatih;
Fingerprint Analysis bertujuan untuk mengetahui potensi genetik (bawaan sejak lahir) dengan cara mengetahui peta stimulasi cara kerja/fungsi-fungsi bagian otak manusia, sehingga dapat diketahui:
• Sensitifitas daya tangkap seseorang atas informasi yang dia terima melalui panca indera, dan bagaimana otak memprosesnya;
• Kecenderungan daya respon seseorang atas stimulasi-stimulasi yang dia terima dan bagaimana otak memprosesnya dalam bentuk tindakan;
• Gaya berfikir yang paling dominan berdasarkan belahan otak kanan-kiri (brain hemisphere), dan mengungkap kecenderungannya dalam proses pengambilan keputusan;
• Komposisi distribusi nerve pada fungsi-fungsi bagian otak, sehingga diketahui daerah stimulasi mana yang paling sensitif pada bagian otak : frontal lobe, parietal lobe, occipital lobe, dan temporal lobe, dan dikaitkan dengan kecendrungan skill seseorang yang paling cepat untuk diserap dan dilatih;
Manfaat
yang dapat diambil dari Fingerprint Analysis adalah:
• Mengenal potensi dasar diri sendiri, termasuk karakter kepribadian, dan gaya pengambilan keputusan dan tindakan;
• Mengenal potensi peta kecerdasan yang paling stimulatif dan yang kurang stimulatif;
• Mengetahui potensi kelemahan, kecenderungan dominasi distribusi kekurang seimbangan peta stimulasi fungsi-fungsi bagian otak, dan kecenderungan karakter dan kaitannya dalam membina komunikasi dan relasi dengan orang lain;
• Sebagai bahan referensi dalam menganalisa diri, dan membuat perencanaan kehidupan masa depan yang lebih efektif;
• Menentukan masa depan secara lebih pasti, pendidikan yang paling efektif, dan karier yang paling potensial untuk ditekuni.
• Mengenal potensi dasar diri sendiri, termasuk karakter kepribadian, dan gaya pengambilan keputusan dan tindakan;
• Mengenal potensi peta kecerdasan yang paling stimulatif dan yang kurang stimulatif;
• Mengetahui potensi kelemahan, kecenderungan dominasi distribusi kekurang seimbangan peta stimulasi fungsi-fungsi bagian otak, dan kecenderungan karakter dan kaitannya dalam membina komunikasi dan relasi dengan orang lain;
• Sebagai bahan referensi dalam menganalisa diri, dan membuat perencanaan kehidupan masa depan yang lebih efektif;
• Menentukan masa depan secara lebih pasti, pendidikan yang paling efektif, dan karier yang paling potensial untuk ditekuni.
Akurasi
Hasil Analisa Fingerprint Analysis :
Pengukuran akurasi hasi analisa Fingerprint Analysis ini didasari atas berbagai aspek, yakni:
1. Data Sampling
Fingerprint menggunakan input data samplingnya berupa SIDIKJARI dari kesepuluh jari tangan dan telapak tangan. SidikJari bersifat permanen dan tidak pernah berubah sepanjang hayat dan SidikJari tidak pernah sama di setiap orang, menunjukkan karakteristik yang paling khas dan spesifik dalam mengukur seseorang. Oleh karena itu analisa ini menggunakan data yang paling akurat 100%.
Pengukuran akurasi hasi analisa Fingerprint Analysis ini didasari atas berbagai aspek, yakni:
1. Data Sampling
Fingerprint menggunakan input data samplingnya berupa SIDIKJARI dari kesepuluh jari tangan dan telapak tangan. SidikJari bersifat permanen dan tidak pernah berubah sepanjang hayat dan SidikJari tidak pernah sama di setiap orang, menunjukkan karakteristik yang paling khas dan spesifik dalam mengukur seseorang. Oleh karena itu analisa ini menggunakan data yang paling akurat 100%.
2.
Proses Pengambilan Data (taking sample)
Proses pengambilan data berupa sidik jari hanya memerlukan waktu yang relatif singkat dalam situasi dan kondisi apapun dari peserta test (testee). Data sidikjari ini tidak dipengaruhi usia, kondisi kesehatan dan mood seseorang. Menggunakan data yang bersifat kuantitatif. Oleh karena itu analisa ini menggunakan proses taking sample yang sangat obyektif 100%.
Proses pengambilan data berupa sidik jari hanya memerlukan waktu yang relatif singkat dalam situasi dan kondisi apapun dari peserta test (testee). Data sidikjari ini tidak dipengaruhi usia, kondisi kesehatan dan mood seseorang. Menggunakan data yang bersifat kuantitatif. Oleh karena itu analisa ini menggunakan proses taking sample yang sangat obyektif 100%.
3.
Proses Analisa Data
Proses analisa data melibatkan tenaga analist dan bantuan software aplikasi dan teknologi komputer. Pengerjaan manual dilakukan untuk menentukan kualitas hasil ekstrak gambar sidik jari yang lebih terjamin akurasinya dan memilah-milah spesifikasi patternnya. Sementara pengolahan gambar , perhitungan dan databasenya dikerjakan dengan sistem komputer. Secara sistem proses analisa ini, diujicobakan dengan akurasi diatas 90%.
Proses analisa data melibatkan tenaga analist dan bantuan software aplikasi dan teknologi komputer. Pengerjaan manual dilakukan untuk menentukan kualitas hasil ekstrak gambar sidik jari yang lebih terjamin akurasinya dan memilah-milah spesifikasi patternnya. Sementara pengolahan gambar , perhitungan dan databasenya dikerjakan dengan sistem komputer. Secara sistem proses analisa ini, diujicobakan dengan akurasi diatas 90%.
4.
Proses Pengujian hasil
Proses pengujian hasil bersifat relatif karena yang dianalisa adalah potensi genetik (bawaan sejak lahir) dari peta stimulasi pada fungsi bagian otak. Ketepatan hasil bila dikaitkan dengan kondisi faktual bisa sangat subyektif karena melibatkan sudut pandang orang yang menilainya serta kondisi/lingkungan dimana selama ini seseorang dibesarkan. Bisa jadi hasil analisa sangat berbeda dengan kondisi faktual. Bagaimanapun, berdasarkan ujicoba riset dan statistika, ketepatan antara hasil analisa dengan kondisi faktual mencapai angka di atas 80%.
Proses pengujian hasil bersifat relatif karena yang dianalisa adalah potensi genetik (bawaan sejak lahir) dari peta stimulasi pada fungsi bagian otak. Ketepatan hasil bila dikaitkan dengan kondisi faktual bisa sangat subyektif karena melibatkan sudut pandang orang yang menilainya serta kondisi/lingkungan dimana selama ini seseorang dibesarkan. Bisa jadi hasil analisa sangat berbeda dengan kondisi faktual. Bagaimanapun, berdasarkan ujicoba riset dan statistika, ketepatan antara hasil analisa dengan kondisi faktual mencapai angka di atas 80%.
5. Data
Sampling Error
Kesalahan secara sistem komputer sangat minimal, namun kemungkinan error tetap ada berdasarkan kondisi data sample yang rusak.
Kesalahan secara sistem komputer sangat minimal, namun kemungkinan error tetap ada berdasarkan kondisi data sample yang rusak.
Kelebihan
& Kelemahan Fingerprint Analysis :
Dibandingkan dengan sistem penilaian (assessement) kepribadian dan pengukuran kecerdasan/bakat lainnya, fingerprint memiliki kelebihan sebagai berikut:
• Akurasi lebih tinggi untuk mengukur potensi yang bersifat genetik; Potensi genetik lebih akurat diukur dengan metode penilaian secara genetik. Kondisi non-genetik lebih akurat diukur berdasarkan metode pengamatan/observasi berdasarkan tingkah laku.
• Bersifat permanen, analisa ini hanya perlu dilakukan satu kali seumur hidup.
• Prosesnya yang simple, praktis, efisien dan aplikatif. Bisa untuk segala usia, segala kondisi, dan waktu yang relatif singkat.
Dibandingkan dengan sistem penilaian (assessement) kepribadian dan pengukuran kecerdasan/bakat lainnya, fingerprint memiliki kelebihan sebagai berikut:
• Akurasi lebih tinggi untuk mengukur potensi yang bersifat genetik; Potensi genetik lebih akurat diukur dengan metode penilaian secara genetik. Kondisi non-genetik lebih akurat diukur berdasarkan metode pengamatan/observasi berdasarkan tingkah laku.
• Bersifat permanen, analisa ini hanya perlu dilakukan satu kali seumur hidup.
• Prosesnya yang simple, praktis, efisien dan aplikatif. Bisa untuk segala usia, segala kondisi, dan waktu yang relatif singkat.
Sementara
itu, kelemahan/kekurangan fingerprint analysis ini yakni:
• Tidak bisa mengukur kondisi faktual kemampuan seseorang yang berubah-rubah setiap waktu karena selain genetik, kecerdasan seseorang sangat dipengaruhi oleh stimulasi lingkungannya.
• Tidak bisa sebagai alat pembanding untuk mengukur kelebihan seseorang dibandingkan dengan orang lain. Bila tujuannya adalah menyeleksi dengan batasan dalam rangka mencari yang terbaik, maka analisa ini kurang dapat diaplikasikan.
• Karena keterbatasan teknologi, fingerprint test terkadang tidak bisa mendeteksi untuk orang-orang yang memiliki kulit yang terlalu tipis dan keringat berlebihan. Hal ini disebabkan scanner tidak mampu menangkap sidikjari pada kulit jenis ini.
• Tidak bisa mengukur kondisi faktual kemampuan seseorang yang berubah-rubah setiap waktu karena selain genetik, kecerdasan seseorang sangat dipengaruhi oleh stimulasi lingkungannya.
• Tidak bisa sebagai alat pembanding untuk mengukur kelebihan seseorang dibandingkan dengan orang lain. Bila tujuannya adalah menyeleksi dengan batasan dalam rangka mencari yang terbaik, maka analisa ini kurang dapat diaplikasikan.
• Karena keterbatasan teknologi, fingerprint test terkadang tidak bisa mendeteksi untuk orang-orang yang memiliki kulit yang terlalu tipis dan keringat berlebihan. Hal ini disebabkan scanner tidak mampu menangkap sidikjari pada kulit jenis ini.
Proses
Analisa Fingerprint Analysis :
Untuk mengikuti analisa fingerprint ini, ada beberapa proses yang perlu dilalui:
Untuk mengikuti analisa fingerprint ini, ada beberapa proses yang perlu dilalui:
1.
Pengambilan data sampling (taking sample), peserta akan discan kesepuluh sidik
jari dan telapak tangannya dengan scanner fingerprint. Ditentukan koordinat
titik-titik ATD dan diukur derajatnya dengan menggunakan alat ukut. Proses ini
memerlukan waktu sekitar 5-10 menit/orang.
2. Proses
Analisa dan Penghitungan, data dari sampling akan dikirim ke laboratorium di
kantor pusat untuk dianalisa, kemudian hasil akan dikirim dalam waktu 10-14
hari kerja.
3. Pembacaan hasil. Para klien peserta analisa fingerprint
ini diberikan fasilitas untuk konsultasi hasil, juga perlu diakurasikan dengan
kondisi faktual dengan mengeksplorasi hasil tersebut bersama antara konsultan
pendidikan dan peserta test/orang tuanya.
Kesimpulan dari data yang saya temukan ini adalah sebenarnya fingerprint ini sudah digunakan sejak dahulu tetapi baru ditemukan kegunaan dari fingerprint analysis ini. Jadi di masa yang modern ini orang tua bisa mengidentifikasi anaknya melalui fingerprint analysis ini untuk mengetahui bakat anaknya tersebut
sumber :
http://lihatsidikjarimu.wordpress.com/2011/02/12/apa-itu-fingerprint-analysis-analisa-sidikjari-2/
Komentar
Posting Komentar